Sabtu, 26 September 2015

You Cannot Play With KARMA bg.1

hai,, iner bawa cerita lagi. maaf kalo ceritanya udah basi, tp iner nulis ini cuma buat nyalurin yang pingin iner tulis aja. silahkan baca yakk,,, keep comment.

Cekidooooooootttt !!!!!!!!!!


You Cannot Play With KARMA

Terlihat seorang gadis sedang mencoret-coret bukunya. Ia tidak mengindahkan apa yang diucapkan gurunya. Matanya terus-menerus melihat dan mencuri-curi pandang ke arah lapangan basket. Raify Alyssa, biasa dipanggil Ify, dia adalah gadis yang ceria, berparas cantik, dan idola di SMA pelita. Banyak kaum adam yang berniat untuk memilikinya tetapi entah mengapa hatinya tidak aka tergoyahkan hanya untuk satu nama, MARIO.
"IFYYYY ... !!!" Terdengar suara miss lina yang setengah berteriak. Ify pu masih asik dengan pandangannya.
"Apaan sih loe ? gangguin gue aja tau gak ?" gerutu ify dengan kesal dan tetap pada posisinya.
"IFY !"
"Apaan ..... ASTAGA, mammpuss gue !!" jawab ify setelah membalikan badannya dan terlihat miss lina sedang marah besar.
"hehehe, mis lina toh . gimana hari ini kabarnya miss ?" tanya ify dengan nada kikuk bercampur takut.
"CEPAT KELUAR DARI KELAS INI DAN TIDAK USAH MENGIKUTI PELAJARAN SAYA ! SEKARANG !!!" Ucap miss lina dengan nada keras. Ify pun beranjak dari duduknya dengan takut dan ia pun segera keluar kelas sambil bersungut-sungut. diliatnya teman-teman sekelasnya yang sedak cekikikan saat ini. ' apa loe semua ' bati ify sambil melototkan matanya.

KANTIN

" Ifyyyyyyyyyyyyyy !!!!!!!!!!!" teriak seorang gadis memanggil ify yang sedang duduk bermain gadget di kantin.
" busset dah sivia sayooong,,,, itu mulut apa toa masjid !!" gerutu ify dengan kesal karena telah diganggu oleh sahabatnya itu.
" hehehe.. maap. gue kan lagi happy !" ujar sivia.
" happy pala loe ! gue lagi galau nih !" sungut ify dengan nada marah-marahnya.
" pasti kak rio lagi deh, udah lah py, loe tuh  percuma mertahain kak rio yang gak pernah nganggep loe ! udahlah... " jawab sivia dengan nada kesal kepada sahabatnya itu. bayangkan saja , ia selalu melihat sahabatnya sering kali bersedih hanya gara-gara seorang mario. yaaahhh mario.  dia adalah ketua osis sekaligus kapten basket di SMA Pelita yang memiliki ketampanan tingkat tinggi. hampir seluaruh kaum hawa di sekolah inimenyukainya tak terkecuali ify. yahhh,,, ify sangat menyukai seorang mario. berbagai upaya dilakukan ify untuk mengambil hati seorang mario. tp toh percuma, merio pun bahkan tak pernah menyukai ify.

'hssttt... fy , kak rio noh !!" ujar sivia yang mengagetkannya.
"mana... mana... Huwaaaaaaaa kak RIIIIIOOOOOO !!!" panggil ify dengan nada berteriak kepada rio dan langsung bergelanyut manja di lengannya. Hampir semua anak di sekolah pun tau bahwa ify menyukai mario.
"eh.. eh apaan sih fy , risih tau gak !" ucap mario dengan nada sinis.
" alaahhh.. kak rio gak usah malu-malu deh . kita kan udah pacaran , gpp dong kalo mesra-mesraan. " jawab ify dengan seenaknya.
" pacaran pala loe soak ! suka sama loe aja gue ogah !" jawab rio dan langsung pergi meninggalkan ify.
" yaaahhhh.. kak riiooooo, jangan pergi !!! IFY COMINGGGG !" teriak ify sambil mengejar rio.
    yahhh.. itulah yang setiap hari dilakukan  seorang ify. berbagai macam penolakan dan kata-kata menyakitkan yang dikeluarkan mario untuknya. tp toh ify juga tidak memperdulikan itu semua.

'Hosh... hosh... capek gila gue ! heh.. ngeri tuh cewek !!' batin rio yang sudah berlari-lari menghindari seorang ify.
setelah di rasa cukup aman , rio pun beranjak menuju kelasnya dan dilihatnya sahabatnya itu sedang duduk sambil tersenyum-senyum.
"heh napa loe ? sedeng ?" cetus rio kepada sahabatnya itu.
"ah... elo yo , sialan ! gue tuh lagi happy tau !" jawab cowok itu.
"kenapa emang ? tumben banget loe kayak gini !" tanya rio dengan nada sedikit curiga.
"hehehe gue abis jadian sama sivia"
"WHAT ? kapan ? sivia temennya si ipy itu ?" tanya rio dengan nada kaget. iel atau gabriel pun hanya mengangguk sambil tetap senyum-senyum.
'untung si sivia kagak kaya si ipy ' betin rio bernapas lega.

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

Jreeng... jerng...
terdengar alunan gitar yang tak menentu. terlihat seorang cowok sedang duduk di balkonnya. entah apa yang ada di pikirannya saat ini.
'idy kalo diliat-liat manis juga yakk, tp beuh kelakuannya abnormal banget. eh .. ngapain lagi gue mikirin tuh cewek hih... amit-amit" batin cowok tersebut yang ternyata adalah rio.
PUK.....
"eh loe ... iel , ada apa ke sini ? kok gue gak tau kalo loe datang ?" ucap rio karena seorang cowok menuk bahunya yang ternyata adalah sahabatnya. gabriel.
"yeeee.... bengong mulu sih loe ! gue ke sini ya buat min aja, bosen gue di rumah." jawab iel sekenanya.
" ah... apa kata loe dah !!" rio pun kembali memainkan gitarnya.
"eh yo,,, loe sebenrnya suka gak sih sama ify ? kasian kali tuh anak ngejar-ngejar loe terus !" tanya iel menyelidik. rio pun terkejut dengan pertanyaan sahabatnya itu.
"entah deh ... tuh anak bikin gue ilfil " jawab rio berusaha santai dari keterkejutannya.
"hukum karma berlaku bro , !"
"serah deh .. " jawab rio yang akhirnya beranjak menuju kamar dan disusul iel. ia merasa bingung denga dirinya saat ini dan ucapan iel berusan. tp toh , ia tidak terlalu memikirkannya dan akhirnya dirinya dan iel pun bermain PS bersama ckck.

Ditempat Lain

' kak rio lagi ngapain yahhh... !' batin seorang cewek yang sedang termanggu di atas meja belajarnya. siapa lagi kalo bukan ify.
"IFFFFYYYYY !!!" terdengar suara cempreng yang mendekati ify.
"Astaga sivia ,,, loe mau gue bunuh ? hah ? " sungut ify karena liat tingkah sahabatnya itu. sivia pun hanya nyengir kuda dan menunjukan tangannya membentuk huruf V 'pisss'
"eh iya vi, loe tadi di kantin bilang lagi happy . knp loe ? utang cerita loe sama gue ?" ujar ify dengan nada galaknya.
walaupun sivia adalah sahabatnya yang menyebalkan tetapi ify sangat menyayanginya begitupun dengan sivia. apapun masalah yang ada tidak ada yang ditutupi sama sekali dari kedua sahabat ini.
"hehehe ... iya-iya ! gue abis jadian sama kak iel !" jawab sivia dengan nada mantap.
" WHAT ? KAPAN ? " tanya ify dengan nada kaget.
"jadi gini ceritanya,,,,

FLASHBACK ON

Sivia pun hendak mencari ify di kantin, belum beranjak dari kursinya tiba-tiba zahra mendatanginya dan memberinya bunga mawar.
"vi... ini buat loe !" sivia pun heran dibuatnya.
"dari siapa ra ?" tanya sivia. namun, zahra tak menjawabnya dan langsung pergi begitu saja.
'aneh' batin sivia. ia pun segera keluar kelas. tiba-tiba ada seorang adek kelas yang memberinya bunga.  sivia pun semakin heran, lalu dia berjalan dan lagi-lagi ada yang memberinya bunga. sekarang , ada 5 tangkai bunga di tangan sivia. dan terakhir, seorang adek kelas memberinya sebuah bunga dan berkata " kak ... ke ruang musik ya !"
"eh ... iya !" jawab sivia masih dengan keheranannya. ia pun berjalan menuju lab musik dan disaat ia membuka pintu., ruangan sangatlah gelap. sivia pun masuk dan entah mengapa pintunya tiba-tiba tertutup sendiri.  sivia pun semakin takut dengan suasana ini.
"woyyyyy ... bukain pintunya !!! INI GAK LUCU SUMPAH !! hiks ... hiks " teriak sivia masih dalam isakannya. tiba-tiba terdengar suara alunan gitar dan terlihat dari arah panggung , seorang pemuda sedang memainkannya.

saat ku tenggelam dalam sendu 
Waktupun enggan untuk berlalu 
Ku berjanji tuk menutup pintu hatiku
entah untuk siapapun itu
Semakin ku lihat masa lalusemakin hatiku tak menentu 
Tetapi satu sinar terangi jiwakuSaat ku melihat senyummu
Reff:
Dan kau hadir merubah segalanya 
Menjadi lebih indah
Kau bawa cintaku setinggi angkasa
Membuatku merasa sempurna 
Dan membuatku utuh tuk menjalani hidup
Berdua denganmu selama-lamanya
 aulah yang terbaik untukku
 
Kini ku ingin hentikan waktu 
Bila kau berada di dekatku 
Bunga cinta bermekaran dalam jiwaku
Kan ku petik satu untukmu

Repeat Reff
 
Kaulah yang terbaik untukku
Ku percayakan seluruh hatiku padamuKasihku satu janjiku kaulah yang terakhir bagiku

"Sivia, gue tau, gue bukan orang yang romantis. gue hanya bisa kasih ini ke elo, loe tau 6 tangkai bunga yang ada di tangan loe ? ibaratkan pelangi yang berjumlah 7, jika salah stu pelangi hilang maka gak akan sempurna dan gak akan indah. dan bunga di tangan loe ada 6 kan ? dan bunga di gue ada satu ! jika loe trima gue, ambil satu bunga yang ada di tangan gue untuk melengkapi keenam bunga itu. tapi , kalo loe nolak gue , buang semua bunga itu !" ucap seorang pemuda sehabis menyelesaikan lagunya.siapa lagi jika bukan seorang gabriel stevent damanik. tanpa menjawab. sivia pun membuang bunga itu dan melangkah ke arah gabriel.
"gue tau vi, gue emang gak pantes buat loe !" ucap gabriel dengan nada sedih, tak terasa ia membuang satu tangkai bunga yang ada di tangannya. 
"kok di buang sih kak ? gue kan mau ngambil tuh bunga ! jahat banget sih loe !" 
"heh .. maksudnya ? loe nrima gue ? " tanya gabriel  dengan wajah berseri-seri.
"iyalah.... lumayan ! cowok ganteng masa iya gue tolak " ucap sivia enteng.
'CTAKKK ' "awwww.... sakit tau kak ?" teriak sivia karena gabriel dengan seenaknya menjitak kepalanya.
"bodo ! yang penting sekarang adalah ........ gue ............. pacar ................ elo .......... cup " ucap gabriel dan langsung mengecup pipi sivia. sivia pun hanya menutupi wajahnya yang sudah merah padam.

FLASHBACK END

"hahahaha romantis gilaaa !!" tawa ify setelah mendengar cerita sivia.
"iyeee dong !!!" jawab sivia dengan bangga sambil menepuk dadanya.
"apa kata loe dah !" 
akhirnya mereka berdua pun menghabiskan waktu berdua dengan penuh canda tawa. persahabatan memanglah sangat sederhana. *author sok bijak

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

 Pagi-pagi sekali sekitar pukul 06.30 , ify sudah siap dengan pakaian seragam sekolahnya dan rambutnya kali ini ia biarkan terurai dengan pita kupu diatasnya. terlihat manis memang. segera, ia beranjak ke dapur untuk mengambil bekal yang telah disiapkannya. bekal itu sudah pasti ditujukan untuk mario. 
"mah... ify brangkat yahhh ? dah mama !" teriak ify dari luar rumah dan segera masuk ke dalam mobilnya. 
tak perlu berlama-lama , hanya beberapa menit saja mobil ify  sudah sampai disekolahnya. ify pun segera turun dan terlihat beberapa pasang mata sedang memandanginya.
'gilaaa cantik banget si ify !" 
"gak biasanya ! cantik !"
" geulis pisan eta euy !" itulah decak kekaguman dari para murid SMA Pelita. memang, ify terlihat beda hari ini, ia lebih terlihat feminim dan manis kali ini. 
Ify pun berjalan menuju kelasnya. ia pun meletakan tas di bangkunya dan langsung mengambil bekal untuk rio. ia pun bergegas mencari rio. saat ia melewati kantin,,
'PRAAANG ' terlihat kotak bekal yang ia bawa naas sudah tak terbentuk lagi. melihat kejadian dimana membuat hatiya teriris. rio sedang bermesraan dengan shilla, yahhh gadis itu akhir-akhir ini sedang dekati dengan rio. lalu ify, entahlah, benteng pertahanannya luruh sudah , ia pun berlari ke arah taman. meluapkan kesedihannya. sesak menghampirinya. rasanya sakit sekali. benar-benar sakit. 
'hiks....hiks...' isakan itu terdengar cukup perih. luka goresan di hati memanglah menyakitkan.

"fy ... loe gak papa kan ?" tanya sivia yang sedari tadi melihat kejadia itu. ia pun merangkul bahu ify dan menarik kepalanya agar bersandar di bahunya. 
"gue akan buktiin ke kak rio, bahwa gue memang mencintainya vi, gue pergi dulu. semangat !" ujar ify dan beranjak dari duduknya sambil mengelap air matanya dan segera pergi berlari kekelasnya. hatinya sangat buruk saat ini, entahlah.

Setiap harinya, ify selalu berusaha untuk mendekati rio. kemesraan antara rio dengan shilla selalu terjadi di depan matanya bahkan ia selalu mengganggu mereka berdua. ify tak peduli akan harga dirinya , yang ia tau , ia hanya menyayangi mario.

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

Suara alunan piano begitu merdu dimainkannya. menyanyikan lagu yang sangat menyakitkan. alunannya begitu perih. 

Setiap waktu memikirkanmu, 
ku katakan pada bayangmu
Sampai kapan ku harus menunggumu jatuh cinta 
Rindu ini terus mengganggu, ku tak sabar ingin bertemu 
Berapa lama lagi menantikan kata cinta

Andaikan dia tahu apa yang ku rasa
Resah tak menentu mendamba cintamu 
Andaikan dia rasa hati yang mencinta
Ku yakini kau belahan jiwa
Andaikan dia tahu apa yang ku rasa 
Resah tak menentu mendamba cintamu 
Andaikan dia rasa hati yang mencinta 
Ku yakini kau belahan jiwa

Ku harap dia mau membalas cintaku
Andaikan dia rasa hati yang mencinta 
Ku yakini kau belahan jiwa
Kau belahan jiwa, kau belahan jiwa  
 
Air mata turun dengan sendirinya, perwakilan segala luka di hati gadis itu. ya,,, ify , menghabiskan waktu untuk menangisi seorang mario.,
'apaan sih fy , cengeng banget loe, alah mending ke mall deh, Timezone,,, I'm coming !!! ' batin ify menyemangati dirinya sendiri. ia pun bergegas ke kamarnya untuk mengganti pakaiannya. cukup simple dandanan ify, rambutnya ia kuncir kuda, dengan celana jeans selutut dan kaos serta jam tangan hitam dan sepatu kets biru tua melekat ditubuhnya. ia pun hanya mengambil handphone dan dompetnya dan bergegas masuk ke dalam mobil miliknya.
 
Suasana Citiizen mall saat itu sedang tidak terlalu ramai, ify pu memarkirkan mobilnya dan segera masuk ke dalam mall, ia pun melihat kerumunan ramai. dengan penasaran, ify berjalan mendekati kerumunan itu.
'rio... shilla ...' ucapnya lirih saat melihat rio akan memakaikan cincin di jari shilla. Kaget bercampur sakit saat itu. 
"KAKKKK RIIIIIOOOOOOOO ...!!" teriak ify dan segera mengemit lengan rio. cincin yang dipegang rio pun jatuh sudah dan hilang entah kemana. semua orang disana memandangi ify dengan heran sedangkan shilla...
"yo.. maaf, gue gak bisa nrima loe , gue gak bisa terus-terusan kayak gini. " ucap shilla dan langsung pergi berlari meninggalkan rio. rio pun meremas kepalanya dengan frustasi.

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
loh ...
Ify gimana ?
rio ditolak ?
nah.... guyss , bagian 1 dulu yakk, udah malem nih, besok deh insyaallah ,, gak janji lohhh... bakal post bagian 2 nya. keep comment yakkk... maaf typo pasti bertebaran. bye .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar